Dalam dunia cyber atau dunia perkomputeran kita tentu sudah mengetahui bahwa disana terdapat beraneka ragam bahasa pemrograman. Bahasa pemrograman yang begitu banyak tersebut menjadikan adanya pengk;asifikasian ke dalam jenis-jenis tertentu. Ada yang mengelompokkannya menjadi 3 level bahasa yaitu high level (Seperti Pascal dan Visual Basic), middle level (bahasa C) dan low level (bahasa Assembly). Ada pula yang mengkalsifikasikannya menjadi procedural/functional programming, object oriented programmig dan sebagainya. Namun pada dasarnya bahasa pemrograman tersebut memiliki bagian yang serupa. Yang membedakan satu dan lainnya ialah tata bahasa yang digunakan. Kalau diibaratkan sama halnya dengan bahasa percakapan sehari-hari, pada dasarnya bahasa Indonesia, Inggris dan Jepang itu memiliki makna yang sama, namun hanya berbeda pada pengucapan dan penulisannya. Bahasa pemrograman procedural merupakan bahasa pemrograman yang melibatkan fungsi-fungsi atau prosedur sebagai sub program untuk membentuk solusi dari suatu permasalahan. Jikalau bahasa pemrogramanyang berorientasi objek ialah bahasa yang menggunakan pendekatan objek dalam menyelesaikan suatu persoalan. dalam hal ini kita akan mempelajarai mengenai bagian-bagian bahasa pemrograman procedural, karena saya anggap lebih sering digunakan dan cocok juga untuk pemula yang ingin berkecimbung dalam dunia programming.
Hal yang terpenting yang tidak boleh terlewatkan saat kita hendak menyusun suatu pemrograman, tentunya kita harus mengetahui tentang langkah-langkah sistematis dalam pembuatan suatu program. Jika anda searching di search engine di internet atau membaca berbagai buku mengenai bahasa pemrograman tentu dalam menuliskan langkah-langkah dalam menyusun pemrograman akan berbeda-beda, namun intinya tetap sama, hanya saja ada berbagai pemvariasian dalam memaparkannya. Adapun langkah-langkah sistematis dalam penyusunan suatu program ialah :
1. Mendefinisikan permasalahan, disini kita harus benar-benar mengerti mengenai permasalahan apa yang hendak kita selesaikan.
2. Membuat rumusan untuk pemecahan masalah, setelah kita paham akan permasalahan yang hendak kita selesaikan, maka langkah selanjutnya ialah membuat rumusan algoritma untuk memcahkan masalah tersebut. Rumusan algoritma tersebut dapat disusun dalam bentuk pseudocode maupun flowchart. Contohnya (algoritma penghitungan luas lingkaran):
3. Implementasi/penerapan, disini kita akan mengimplementasikan lagoritma ke dalam bahasa pemrograman. Implementasi tentunya mengacu pada algoritma yang telah disusun sebelumnya, baik itu variable yang digunakan maupun alur program.
4. Menguji coba dan membuat dokumentasi, yaitu menguji program yang telah dibuat, apakah telah berjalan sesuai dengan tujuan. Kemudian untuk memudahkan dalam pemeriksaan kesalahan maupun untuk memahami jalannya program, maka kita perlu membuat dokumentasi dari program yang dibuat. Dokumentasi biasanya berisi informasi mulai dari tujuan/fungsi program, algoritma program dan juga cara penggunaannya.
Hal yang terpenting yang tidak boleh terlewatkan saat kita hendak menyusun suatu pemrograman, tentunya kita harus mengetahui tentang langkah-langkah sistematis dalam pembuatan suatu program. Jika anda searching di search engine di internet atau membaca berbagai buku mengenai bahasa pemrograman tentu dalam menuliskan langkah-langkah dalam menyusun pemrograman akan berbeda-beda, namun intinya tetap sama, hanya saja ada berbagai pemvariasian dalam memaparkannya. Adapun langkah-langkah sistematis dalam penyusunan suatu program ialah :
1. Mendefinisikan permasalahan, disini kita harus benar-benar mengerti mengenai permasalahan apa yang hendak kita selesaikan.
2. Membuat rumusan untuk pemecahan masalah, setelah kita paham akan permasalahan yang hendak kita selesaikan, maka langkah selanjutnya ialah membuat rumusan algoritma untuk memcahkan masalah tersebut. Rumusan algoritma tersebut dapat disusun dalam bentuk pseudocode maupun flowchart. Contohnya (algoritma penghitungan luas lingkaran):
3. Implementasi/penerapan, disini kita akan mengimplementasikan lagoritma ke dalam bahasa pemrograman. Implementasi tentunya mengacu pada algoritma yang telah disusun sebelumnya, baik itu variable yang digunakan maupun alur program.
4. Menguji coba dan membuat dokumentasi, yaitu menguji program yang telah dibuat, apakah telah berjalan sesuai dengan tujuan. Kemudian untuk memudahkan dalam pemeriksaan kesalahan maupun untuk memahami jalannya program, maka kita perlu membuat dokumentasi dari program yang dibuat. Dokumentasi biasanya berisi informasi mulai dari tujuan/fungsi program, algoritma program dan juga cara penggunaannya.
