Sebagaian masyarakat yang sudah mengerti tentang dunia IT saya yakin tidak akan asing lagi dengan istilah 'HACKER'. Mungkin sebagian dari anda ada yang mendefinisikan seorang hacker adalah sosok yang sering melakukan tindakan tak bermoral di dunia IT/kejahatan elektronik [Black-Hat Hacker], sebagian lagi ada yang menilai seorang hacker adalah mereka yang menggunakan kemampuan teknisnya untuk melakukan pengembangan di bidang IT. Kedua definisi tersbut tidak bisa kita jadikan patokan untuk menentukan seorang yang gemar hacking. Gray-Hat Hacker sebutan untuk seorang yang bergerak di bidang IT dimana ia selalu melakukan eksperimen, kreasi, inovasi tentang IT terutama di bidang keamanan komputer.
Seorang hacker sendiri ialah seorang yang memiliki 'jiwa penasaran' yang sangat membara, seakan dia ingin tahu apa sebenarnya komposisi dari suatu khasus yang ia temui, dan terus mengembangkannya, tanpa kenal putus asa dan tak memandang risiko. Terkadang karena sikapnya yang berbeda itu, sosok hacker sering dipandang sebagai orang yang acuh dalam pergaulan, atau orang dikatakan sebagai orang yang 'introvert' (bersikap tertutup). Kesehariannya ia habiskan di depan layar komputer, yang dipikirkan ialah angka-angka nol dan satu (source). Intinya hacker merupakan suatu sosok yang memiliki kemampuan teknis, menyelesaikan masalah, rasa ingin tahu, berani melampaui batsan yang ada.
Sebagian masyarakat yang hanya mengerti makna hacker di sepihak saja, mungkin mendefinisikannya sebagai sosok yang jahat dan menggunakan kemampuannya untuk mengobrak-abrik dunia, khususnya IT (Cybercrime). Pemaknaan secara etimologis dari hacker memang akan mengacu pada sesuatu yang terkait dengan kejahatan. Cracker, mungkin itulah istilah yang dimaksud, orang yang menghancurkan dan merusak dari apa yang telah dibangun oleh hacker.
Keahlian adalah nyawa bagi seorang hacker. Seorang hacker biasanya sudah tidak asing lagi dengan Phyton, Javascript, Lisp, Perl, C++, ya...bahasa pemrograman, yang tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menguasinya. Dalam era ini, internet suda tidak menjadi suatu yang baru lagi, disini tugas hacker untuk menguasi semua tentang jaringan yang ada. HTML, CMS, CSS itu akan menjadi makanan sehari-harinya. Hacker memiliki prinsip seperti padi, semakin berisi maka semakin merunduk, hacker tidak pernah sesumbar, karena sesumbarnya ialah malaikat kematiannya.
Hacker tidaklah suatu komunitas yang terpimpin atau dipimpin. Anda tidak akan pernah mendapatkan kartu komuinitas hacker, karena keberadaanya 'ada dan tiada'. Terkadang hacker tidak mau disebut hacker. Tidak ada tindakan otoriter, semua terserah pribadi masing-masing, tapi dalam aura kebebasan tersebut mereka selalu menghormati apa yang dipilih dan menjadi pilihan orang lain.
Dalam komunitas hacker ada istilah yang cukup terkenal "SHOW ME THE CODE", ungkapan tersebut memiliki makna bahwa hacker dinilai berdasarkan keahliannya dalam membuat suatu kode program dan kode kode progran yang terkunci dapat dijadikan tidak terkunci lagi dan dapat ditunjukkan pada masyarakat luas.
referensi : Dibalik Kisah-kisah Hacker Legendaris (Wicak Hidayat & Yayan Sopyan)
Seorang hacker sendiri ialah seorang yang memiliki 'jiwa penasaran' yang sangat membara, seakan dia ingin tahu apa sebenarnya komposisi dari suatu khasus yang ia temui, dan terus mengembangkannya, tanpa kenal putus asa dan tak memandang risiko. Terkadang karena sikapnya yang berbeda itu, sosok hacker sering dipandang sebagai orang yang acuh dalam pergaulan, atau orang dikatakan sebagai orang yang 'introvert' (bersikap tertutup). Kesehariannya ia habiskan di depan layar komputer, yang dipikirkan ialah angka-angka nol dan satu (source). Intinya hacker merupakan suatu sosok yang memiliki kemampuan teknis, menyelesaikan masalah, rasa ingin tahu, berani melampaui batsan yang ada.
Sebagian masyarakat yang hanya mengerti makna hacker di sepihak saja, mungkin mendefinisikannya sebagai sosok yang jahat dan menggunakan kemampuannya untuk mengobrak-abrik dunia, khususnya IT (Cybercrime). Pemaknaan secara etimologis dari hacker memang akan mengacu pada sesuatu yang terkait dengan kejahatan. Cracker, mungkin itulah istilah yang dimaksud, orang yang menghancurkan dan merusak dari apa yang telah dibangun oleh hacker.
Keahlian adalah nyawa bagi seorang hacker. Seorang hacker biasanya sudah tidak asing lagi dengan Phyton, Javascript, Lisp, Perl, C++, ya...bahasa pemrograman, yang tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menguasinya. Dalam era ini, internet suda tidak menjadi suatu yang baru lagi, disini tugas hacker untuk menguasi semua tentang jaringan yang ada. HTML, CMS, CSS itu akan menjadi makanan sehari-harinya. Hacker memiliki prinsip seperti padi, semakin berisi maka semakin merunduk, hacker tidak pernah sesumbar, karena sesumbarnya ialah malaikat kematiannya.
Hacker tidaklah suatu komunitas yang terpimpin atau dipimpin. Anda tidak akan pernah mendapatkan kartu komuinitas hacker, karena keberadaanya 'ada dan tiada'. Terkadang hacker tidak mau disebut hacker. Tidak ada tindakan otoriter, semua terserah pribadi masing-masing, tapi dalam aura kebebasan tersebut mereka selalu menghormati apa yang dipilih dan menjadi pilihan orang lain.
Dalam komunitas hacker ada istilah yang cukup terkenal "SHOW ME THE CODE", ungkapan tersebut memiliki makna bahwa hacker dinilai berdasarkan keahliannya dalam membuat suatu kode program dan kode kode progran yang terkunci dapat dijadikan tidak terkunci lagi dan dapat ditunjukkan pada masyarakat luas.
referensi : Dibalik Kisah-kisah Hacker Legendaris (Wicak Hidayat & Yayan Sopyan)
