Jika dunia entertain sedang dihebohkan dengan aksi lipsings Sinta-Jojo, dunia Cyber pun juga dihebohkan dengan kedatangan artis baru, dimana artis tersebut merupakan penjahat besar dikalangan IT. W32/Stuxnet, itulah namanya, virus ini sama halnya dengan Sinta-Jojo yang sangat cepat mencapai ketenaran. Virus ini mencoba mengambil posisi Conficker dan varian dari VB/Autorun Malware, yang sudah berbulan-bula mendapat rate di 10 besar. W32/Stuxnet pertama kali menyerang sistem pengontrolan industri. Ia memanfaatkan celah keamanan pada sistem Microsoft dan tanpa disadari menggandeng berkas LNK dalam penyebaran diri. Penyebarannya biasanya memakai perangkat penyimpanan berbasis USB. Virus ini menyamar sebagai sebuah program resmi yang memiliki sertifikat keamanan dari vendor internal (belakangan diketahui bahwa itu merupakan hasil curian). Keberadaan virus ini baru akan diketahui saat dampaknya melanda komputer yaitu HARDDISK MAKIN PENUH TANPA SEBAB. Penyebarannya pun termasuk gila-gilaan. Ia makin merajalela dan menggeser Conficker fan VB/Aitorun serta varian-variannya. Virus ini merebut rate ketiga, kelima dan kesepuluh. Stuxnet merajalela karena pengguna Microsoft sering melalikan menggunakan patch 2286198. Dan alasan yang paling mencolok ialah jarangnya dilakukan update dan OSnya merupakan bajakan.
SOource : Tempo
SOource : Tempo
