Sejarah Sistem Operasi
Sistem operasi merupakan suatu yang tergolong vital dimana memiliki fungsi sebagai penghubung antara pengguna dari komputer dengan hardware komputer. Dulu, sebelum sistem operasi tercipta, pengguna komputer menggunakan sinyal analog dan sinyal digital untuk menggunakan komputer. Seiring dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi, saat ini kita sudah sangat mudah untuk menjumpai dan memilih sistem operasi untuk diterapkan pada komputer kita. Sebelum menuju pembahasan sistem operasi, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa definisi dari sitem operasi. Jika menurut Wikipedia Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web.
Dan dapat disimpulkan bahwa sistem operasi ialah pengelola seluruh sumberdaya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan berbagai layanan untuk user sehingga mempermudah user untuk menggunakan komputer untuk kinerjanya.
Sistem operasi juga memiliki sejarah perkembangan. Tanenbaum membagi perkembangan sistem operasi dalam empat generasi :
- Generasi Pertama (1945-1955)
Ini merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai pengganti sistem komputasi mekanik. Hal itu disebabkan kecepatan manusia untuk melakukan perhitungan terbatas dan manusia sangat rentan dengan kecerobohan, kekeliruan bahkan kesalahan, dan karena itu munculah ambisi untuk menciptakan suatu perangkan yang dapat untuk mempermudah pekerjaan tersebut. Sebenarnya pada generasi ini juga belum ada sistem operasi. Sistem komputer diberi instruksi apa yang harus dijalankannya secara langsung.
- Generasi Kedua (1955-1965)
Disini diperkenalkan Batch Processing System, yaitu job yang dikerjakan dalam satu rangkaian, lalu dieksekusi secara berurutan. Pada generasi ini sistem komputer belum dilengkapi dengan sistem operasi, tetapi beberapa fungsi sistem operasi sudah ada, seperti halnya FMS dan IBSYS. - Generasi Ketiga (1965-1980)
Pada generasi ini perkembangan sistem operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakai sekaligus, dimana para pemakai interaktif berkomunikasi melalui terminal secara online ke komputer, maka pada saat itu sistem operasi menjadi multiuser (digunakan banyak pengguna sekaligus) dan juga multiprograming.
- Generasi Keempat (Pasca 1980an)
Dewasa ini, sistem operasi dipergunakan untuk jaringan komputer dimana pemakai menyadari keberadaan komputer-komputer yang saling terhubung satu sama lainnya. Pada masa ini para pengguna juga telah dinyamankan dengan GUI (Graphicial User Interface) yaitu tampilan komputer yang berbasis grafis yang sangat nyaman dan mudah untuk digunakan. Pada masa ini juga dimulai era komputasi tersebar dimana komputasi-komputasi tidak berpusat di satu titik, tapi dipecah dibanyak komputer sehingga tercapai kinerja yang lebih baik.
Kemudian ada juga yang mengkalisifikasikan perkembangan system operasi dan computer dengan menitikberatkan pada perkembangan hardware. Sistem operasi mulai dikembangkan sejak ±40 tahun lalu, yaitu:
1. Generasi ke-nol (1940).
• Komponen utama tabung hampa udara;
• Sistem komputer belum menggunakan sistem operasi;
• Sistem operasi komputer dilakukan secara manual melalui plugboard, dan hanya bisa digunakan untuk menghitung (+,-, dan *).
2. Generasi pertama (1950).
• Komponen utama transistor;
• Sistem operasi berfungsi terutama sebagai pengatur pergantian antar job agar waktu instalasi job berikutnya lebih efisien. Dalam masa ini muncul konsep batch system (semua job sejenis dikumpulkan jadi satu);
• Input pemakai punch card.
3. Generasi kedua (1960).
• Komponen utama IC;
• Berkembang konsep-konsep:
• Multiprogramming, satu prosesor mengerjakan banyak program yang ada di memori utama;
• Multiprosesing, satu job dikerjakan oleh banyak prosesor berguna untuk meningkatkan utilitas;
• Spooling Simultaneous Peripheral Operation On Line, bertindak sebagai buffer (penyangga) saja, dan mampu menerima pesanan meskipun belum akan dikerjakan;
• Device Indipendence, masing-masing komponen memiliki sifat yang saling berbeda (misal: tiap-tiap printer memiliki driver);
• Time Sharing atau Multitasking, sistem bagi waktu yang diberikan oleh CPU terhadap berbagai job yang sedang dijalankan.
• Real-time system, berguna sebagai kontrol bagi mesin-mesin.
4. Generasi ketiga (1970)
• Komponen utama VLSI (Very Large Scale Integrated Circuit);
• Ditandai dengan berkembangnya konsep general purpose system, sehingga sistem operasi menjadi sangat kompleks, mahal dan sulit untuk dipelajari;
5. Generasi keempat (pertengahan 1970-an hingga sekarang).
• PC makin populer;
• Ditandai dengan berkembangnya sistem operasi untuk jaringan komputer dengan tujuan: data sharing, hardware sharing, dan program sharing;
• User interface semakin user friendly tanpa harus mengorbankan unjuk kerja.
Itulah dua artikel yang memebrikan kita penjelasan mengenai sejarah perkembangan system operasi bersamaan dengan berkembangnya komputer.
Sistem operasi merupakan suatu yang tergolong vital dimana memiliki fungsi sebagai penghubung antara pengguna dari komputer dengan hardware komputer. Dulu, sebelum sistem operasi tercipta, pengguna komputer menggunakan sinyal analog dan sinyal digital untuk menggunakan komputer. Seiring dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi, saat ini kita sudah sangat mudah untuk menjumpai dan memilih sistem operasi untuk diterapkan pada komputer kita. Sebelum menuju pembahasan sistem operasi, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa definisi dari sitem operasi. Jika menurut Wikipedia Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web. Dan dapat disimpulkan bahwa sistem operasi ialah pengelola seluruh sumberdaya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan berbagai layanan untuk user sehingga mempermudah user untuk menggunakan komputer untuk kinerjanya.
Sistem operasi juga memiliki sejarah perkembangan. Tanenbaum membagi perkembangan sistem operasi dalam empat generasi :
- Generasi Pertama (1945-1955)
Ini merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai pengganti sistem komputasi mekanik. Hal itu disebabkan kecepatan manusia untuk melakukan perhitungan terbatas dan manusia sangat rentan dengan kecerobohan, kekeliruan bahkan kesalahan, dan karena itu munculah ambisi untuk menciptakan suatu perangkan yang dapat untuk mempermudah pekerjaan tersebut. Sebenarnya pada generasi ini juga belum ada sistem operasi. Sistem komputer diberi instruksi apa yang harus dijalankannya secara langsung.
- Generasi Kedua (1955-1965)
Disini diperkenalkan Batch Processing System, yaitu job yang dikerjakan dalam satu rangkaian, lalu dieksekusi secara berurutan. Pada generasi ini sistem komputer belum dilengkapi dengan sistem operasi, tetapi beberapa fungsi sistem operasi sudah ada, seperti halnya FMS dan IBSYS. - Generasi Ketiga (1965-1980)
Pada generasi ini perkembangan sistem operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakai sekaligus, dimana para pemakai interaktif berkomunikasi melalui terminal secara online ke komputer, maka pada saat itu sistem operasi menjadi multiuser (digunakan banyak pengguna sekaligus) dan juga multiprograming.
- Generasi Keempat (Pasca 1980an)
Dewasa ini, sistem operasi dipergunakan untuk jaringan komputer dimana pemakai menyadari keberadaan komputer-komputer yang saling terhubung satu sama lainnya. Pada masa ini para pengguna juga telah dinyamankan dengan GUI (Graphicial User Interface) yaitu tampilan komputer yang berbasis grafis yang sangat nyaman dan mudah untuk digunakan. Pada masa ini juga dimulai era komputasi tersebar dimana komputasi-komputasi tidak berpusat di satu titik, tapi dipecah dibanyak komputer sehingga tercapai kinerja yang lebih baik.
Kemudian ada juga yang mengkalisifikasikan perkembangan system operasi dan computer dengan menitikberatkan pada perkembangan hardware. Sistem operasi mulai dikembangkan sejak ±40 tahun lalu, yaitu:
1. Generasi ke-nol (1940).
• Komponen utama tabung hampa udara;
• Sistem komputer belum menggunakan sistem operasi;
• Sistem operasi komputer dilakukan secara manual melalui plugboard, dan hanya bisa digunakan untuk menghitung (+,-, dan *).
2. Generasi pertama (1950).
• Komponen utama transistor;
• Sistem operasi berfungsi terutama sebagai pengatur pergantian antar job agar waktu instalasi job berikutnya lebih efisien. Dalam masa ini muncul konsep batch system (semua job sejenis dikumpulkan jadi satu);
• Input pemakai punch card.
3. Generasi kedua (1960).
• Komponen utama IC;
• Berkembang konsep-konsep:
• Multiprogramming, satu prosesor mengerjakan banyak program yang ada di memori utama;
• Multiprosesing, satu job dikerjakan oleh banyak prosesor berguna untuk meningkatkan utilitas;
• Spooling Simultaneous Peripheral Operation On Line, bertindak sebagai buffer (penyangga) saja, dan mampu menerima pesanan meskipun belum akan dikerjakan;
• Device Indipendence, masing-masing komponen memiliki sifat yang saling berbeda (misal: tiap-tiap printer memiliki driver);
• Time Sharing atau Multitasking, sistem bagi waktu yang diberikan oleh CPU terhadap berbagai job yang sedang dijalankan.
• Real-time system, berguna sebagai kontrol bagi mesin-mesin.
4. Generasi ketiga (1970)
• Komponen utama VLSI (Very Large Scale Integrated Circuit);
• Ditandai dengan berkembangnya konsep general purpose system, sehingga sistem operasi menjadi sangat kompleks, mahal dan sulit untuk dipelajari;
5. Generasi keempat (pertengahan 1970-an hingga sekarang).
• PC makin populer;
• Ditandai dengan berkembangnya sistem operasi untuk jaringan komputer dengan tujuan: data sharing, hardware sharing, dan program sharing;
• User interface semakin user friendly tanpa harus mengorbankan unjuk kerja.
Itulah dua artikel yang memebrikan kita penjelasan mengenai sejarah perkembangan system operasi bersamaan dengan berkembangnya komputer.